Setelah Miyabi, Giliran Sora Aoi Main di Indonesia
Editor: Eko Hendrawan Sofyan
Rabu, 30 Maret 2011 | 15:26 WIB
"Saya tidak setuju kalau Sora masih disebut bintang porno. Sora itu juga sama seperti Maria Ozawa (Miyabi), dia mantan bintang porno. Sekarang Sora sudah tidak lagi main film porno. Sora pernah main film drama di Thailand. Anda boleh cek sendiri. Jadi, kita mengajak mantan bintang porno," papar produser Ody Mulya dari Maxima, seperti dikutip Tribunnews di Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Sejauh ini, Ody Mulya masih merahasiakan isi dan jalan cerita dari film Suster Keramas 2 yang akan dibintangi Sora tersebut. "Kalau itu, kita lihat hasil filmnya saja deh. Kalau sudah nonton baru boleh menilai," tutur Ody Mulya.
Ody mengatakan, proses penggarapan filmnya sendiri saat ini mulai produksi. Sora Aoi sudah berada di Tanah Air selama sebulan untuk shooting film tersebut. "Sudah sebulan yang lalu. Kita shooting di daerah Jabotabek, di Puncak Bogor," jelas Ody Mulya.
Sebelumnya, Ody juga telah melibatkan Miyabi dalam film Mengejar Miyabi, yang sempat membuat keriuhan dan aksi demo di mana-mana.
Alasannya tentu saja karena citra Miyabi sebagai bintang porno. Kehadirannya dinilai sejumlah komponen masyarakat dikhawatirkan akan merusak moral anak-anak bangsa.
Lupakan Bintang Porno Sora Aoi, FPI Fokus ke Ahmadiyah
Penulis: Irfan Maullana | Editor: Eko Hendrawan Sofyan
Kamis, 31 Maret 2011 | 11:42 WIB
Seperti disampaikan produser Maxima Pictures Ody Mulya Hidayat, pihaknya berencana melibatkan kembali bintang Jepang dalam film terbaru yang akan diproduksinya, Suster Keramas 2. Keterlibatan Aoi menyusul kemunculan bintang hot asal Jepang lainnya, seperti Maria Ozawa alias Miyabi.
Ditegaskan Salim, masalah Ahmadiyah jauh lebih penting ketimbang mengurusi bintang porno asal Jepang. Salim enggan gerakan FPI nantinya justru menjadi alat dagang Produser Maxima Pictures untuk menjual sensasi filmnya sebelum diputar di bioskop.
"Itu enggak usah ditanggapi, kami demo nanti dia semakin terkenal. Rugilah kami berteriak-teriak karena nanti dia semakin memanfaatkan keadaan," tandas Salim saat dihubungi Kompas.com, di Jakarta, Kamis (31/3/2011).
"Kami saat ini fokus saja dulu dengan pembubaran Ahmadiyah. Alhamdulillah sekarang sudah ribuan yang bertaubat," kata Salim.
Sedangkan untuk urusan film Aoi, pria yang akrab disapa Habib "Selon" itu memercayakan Lembaga Sensor Film (LSF) melakukan tugasnya dengan baik. "Biarin saja, LSF dong yang semestinya bertindak membabat film begituan," tegas Salim.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar