TNI di Kongres PSSI Atas Permintaan Polda
Penulis: Icha Rastika | Editor: Aloysius Gonsaga
Senin, 28 Maret 2011 | 16:46 WIB
”Polda kan juga perlu bantuan dari aparat terkait, Pemda, TNI, dan lain-lain dilibatkan semua dalam hal ini. Apalagi ini event internasional, ada FIFA, dan sebagainya,” ujar Anton di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/3/2011).
Pihak kepolisian, lanjut Anton, tidak ingin kecolongan sehingga merasa perlu berkoordinasi dengan TNI demi menghindari risiko terburuk. ”Semua sudah dikoordinasikan, ada tugasnya masing-masing,” ujarnya.
Koordinasi antara Polda dan Korem TNI setempat tersebut berjalan cukup baik. ”Kami berterima kasih dibantu TNI,” tutur Anton.
Menurut Anton, berdasarkan pertimbangan intelijen Polri terkait kondisi Kongres PSSI saat itu, pihak kepolisian merasa perlu menambah kekuatan dari TNI. ”Jadi dari Mabes Polri hasil cek di lapangan oleh intel ini diberikan izin untuk pelaksanaan (koordinasi),” kata Anton.
Seperti diketahui, Kongres PSSI diwarnai unjuk rasa massa pendukung revolusi PSSI. Aparat kepolisian menjaga lokasi kongres dengan ketat.
Namun, memasuki petang sejumlah anggota TNI datang dan berjaga di depan hotel meskipun para pengunjuk rasa sudah membubarkan diri.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar menilai bahwa keberadaan TNI di Kongres PSSI merupakan bentuk intervensi pemerintah karena Kongres PSSI tidak mengarah mengancam pertahanan nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar