Jumat, 15 April 2011

KISRUH PSSI 159


Nugraha: Komite Normalisasi
Harus Koordinasi dengan PSSI
Ferril Dennys | Aloysius Gonsaga | Selasa, 05 April 2011 | 21:31 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI, Nugraha Besoes, menyambut baik terbentuknya Komite Normalisasi. Namun, menurutnya, komite tersebut harus tetap berkoordinasi dengan pengurus PSSI yang ada saat ini sebelum kepengurusan baru terbentuk.

Sebagaimana diberitakan, Komite Normalisasi dibentuk oleh FIFA untuk mengambil alih Komite Eksekutif PSSI yang dinilai tidak kredibel. Komite Normalisasi yang diketuai Agum Gumelar itu pun akan mulai bekerja di kantor sekretariat PSSI mulai besok.

"Jangan sampai ibaratnya, Komite Normalisasi masuk rumah orang seenaknya. Pokoknya harus rapilah. Dalam tugas mereka yang ketiga kan disebutkan bahwa mereka harus bekerja berdasarkan semangat rekonsiliasi. Jadi harus ada semangat menghubungkan antara (pengurus) yang lama dengan yang baru. Jangan main serobot begitu saja," beber Nugraha kepada wartawan, Selasa (5/4/2011).

"Harus ada mekanisme katakanlah penyerahan Komite Eksekutif yang nonaktif dengan Komite Normalisasi karena saya harus melapor kepada Komite Eksekutif yang dipimpin Nurdin Halid," lanjut Nugraha.

Nugraha sendiri mengaku posisinya sebagai Sekjen tidak akan terganggu dengan adanya Komite Normalisasi. Ia tetap menjalankan kinerja sebaimana mestinya.

"Enggak masalah. Kan kalau saya mengambil fungsi pelayanan. Saya akan melayani orang yang melakukan tindakan sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh FIFA. Keputusan FIFA kan menyebutkan bahwa Komite Normalisasi mengambil alih Komite Eksekutif PSSI. Sementara saya enggak megang policy. Saya bukan mengada-ada atau membela diri. Tapi isinya kan begitu. Fungsi harus dijalankan. Kalau tidak siapa yang akan menjalankan komite normalisasi," beber Nugraha.

Misi Komite Normalisasi sendiri adalah menyelenggarakan pemilihan berdasarkan electoral code FIFA Statuta PSSI sebelum 21 Mei 2011; untuk mengakomodasi liga yang berada di luar sehingga bisa di bawah kontrol PSSI atau menghentikannya secepat mungkin; dan menjalankan aktivitas PSSI hari demi hari dalam semangat rekonsiliasi demi kebaikan sepak bola Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar