Kamis, 28 April 2011

KISRUH PSSI 202



Agum Dituduh Membawa Kepentingan
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Kamis, 28 April 2011 | 18:56 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Perwakilan Kelompok 78 pemilik suara PSSI, Wisnu Wardhana, menduga Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar, membawa kepentingan terselubung saat bertemu Presiden FIFA, Sepp Blatter, pada 19 April lalu.

"Dia pergi ke Zurich tanpa mau didampingi seorang pun. Ketika Dubes Swiss (Joko Susilo) mau mendampingi, Agum menolak," jelas Wisnu kepada wartawan di Hotel Sultan, Kamis (28/4/2011).

Seperti diketahui, Agum bertemu Blatter untuk menanyakan ketiga calon, yakni Nirwan Bakrie, Goerge Toisutta, dan Arifin Panigoro, yang sebelumnya bisa digugurkan Komite Banding apakah bisa maju dalam kongres pemilihan ketua umum PSSI 2011-2015. Selain itu, Agum juga melaporkan hasil kongres 14 April yang membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding.

"Agum bertemu seseorang sebelum pertemuan itu. Selain itu, dia melaporkan kongres 14 April hanya sebagai meeting, bukan kongres. Kami sampai saat ini belum tahu hasil laporan Agum kepada FIFA," tukas Wisnu.

Pertemuan Agum dengan Blatter kemudian memutuskan FIFA tetap tegas terhadap keputusannya menolak tiga calon maju dalam kongres pemilihan. Selain itu, FIFA juga tidak mengakui Komite Pemilihan hasil kongres 14 April karena Komite Normalisasi sekaligus Komite Pemilihan. FIFA hanya mengakui pembentukan Komite Banding. Agum pun bersikukuh tetap mematuhi keputusan FIFA meskipun mendapatkan desakan dari Kelompok 78.

"Kalau Agum tidak mau berubah, lebih baik dia mundur. Kami menilai dia tidak kapabel lagi," tegas Wisnu.






Agum Siap Rombak Komposisi KN
Ferril Dennys | Hery Prasetyo | Jumat, 29 April 2011 | 08:23 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Normalisasi (KN), Agum Gumelar, mengaku tidak gentar mengganti anggota-anggota yang lebih membawa kepentingan kelompok daripada mematuhi keputusan FIFA.

Anggota Komite Normalisasi yang merangkap sebagai Komite Pemilihan terpecah pendapatnya, antara yang ingin memverifikasi dan tidak memverifikasi berkas pencalonan Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta. Lima anggota berpendapat ketiga calon yang sudah tak disetujui FIFA itu bisa diverifikasi. Mereka dinilai tidak melanggar satu pasal pun dalam statuta dan kode pemilihan.

Sementara tiga anggota lainnya berpegang pada surat FIFA tanggal 4 April dan 21 April yang menyatakan bahwa Nirwan, Nurdin Halid, Toisutta, dan Arifin tidak layak dicalonkan berdasarkan keputusan Komite Banding. Agum pun tetap kepada keputusannya untuk tidak memverifikasi ketiga calon tersebut sesuai keputusan FIFA.

"Proses verifikasi mereka tidak akan diteruskan. Kelompok 78 tidak bisa memaksakan kehendaknya. Kalau mereka ingin mengganti saya, maka harus mengusulkannya kepada FIFA. Silahkan saja," tegas Agum.

"Kalau kelima orang itu tidak lagi tunduk kepada instruksi FIFA, maka mereka harus keluar. Kami akan ganti mereka dengan figur lain yang jauh dari kepentingan kelompok. Masih ada figur yang berjiwa Merah Putih. Saya sudah punya gambaran nama dan akan diusulkan ke FIFA," sambungnya.

Akibat tidak satu suara ini, dua kali rapat pleno Komite Pemilihan, pada tanggal 27 April dan 28 April, berakhir deadlock. Belum ada keputusan pasti dari sidang untuk menghasilkan keputusan Komite Pemilihan yang akan mengumumkan hasil verifikasi hari ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar