Rabu, 27 April 2011

KISRUH PSSI 195

Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar (kiri)
memimpin pertemuan dengan pemilik hak suara PSSI,
di Golden Ballroom Hotel Sultan, Senayan, Jakarta,
Kamis (14/4/2011).
Atas permintaan Ketua Komite Normalisasi dan
persetujuan peserta pertemuan,
acara ini kemudian berubah menjadi kongres
dengan salah satu agendanya adalah membentuk
komite pemilihan ketua umum PSSI
untuk penyelenggaraan kongres pemilihan
Ketua Umum PSSI tanggal 20 Mei 2011 mendatang.







Hadi: Proses Verifikasi Tidak Perlu Voting
Ferril Dennys | A. Wisnubrata | Rabu, 27 April 2011 | 09:10 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komite Normalisasi (KN), FX Hadi Rudyatmo, menegaskan, dalam proses verifikasi bakal calon ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI, tidak perlu voting terkait posisi tiga nama yang dicekal FIFA. Sebab, menurutnya, dengan adanya voting, Komite Normalisasi telah melanggar keputusan FIFA.

Ketiga nama yang dinyatakan tidak layak dicalonkan oleh FIFA dalam surat 4 April dan ditegaskan pada surat 21 April itu adalah Nirwan Dermawan Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro. Beberapa anggota KN menginginkan ketiga nama tersebut tetap diverifkasi dan ada yang berpendapat tidak perlu diverifikasi.

"Kami belum memutuskan untuk melakukan voting. Hari ini, kami akan rapat. Kalau saya, Ngapain harus voting?" jelas Hadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/4/2011).

Hadi berpendapat FIFA telah memberikan keputusan sehingga KN patut menjalankannya. Ia berharap adanya solusi dari perbedaan pendapat yang terjadi di dalam anggota KN sendiri. "Berbeda pendapat boleh-boleh saja. Tapi, kita harus mencari solusi agar FIFA tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia," tukas Hadi.

Bila voting terjadi, Hadi yang juga merupakan Wakil Walikota Solo mengancam mundur dari KN. "Kalau nanti minta voting berarti melanggar keputusan FIFA. Lebih baik saya mundur karena saya enggak ada kepentingan apa-apa di KN," tegasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar